Kamis, 21 Oktober 2021

Waspadai Terjangan Covid-19 di Pembelajaran Tatap Muka, PMI Banjarnegara Lakukan Terobosan

PMI Banjarnegara tingkat desa lakukan pendampingan pada siswa sekolah dasar saat kegiatan pembelajaran tatap muka. (Maula)

Gerakan untuk memutus rantai pesebaran Covid 19 terus dilakukan. Agar tidak lengah kader PMI di tingkat desa melakukan pendampingan pada sekolah dasar saat kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).


Banjarnegara, serayunews.com

Pendampingan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian serta tindak antisipasi munculnya kluster PTM. Untuk itu, PMI hadir dan mengajak pihak sekolah untuk lebih memperketat penerapan protokol kesehatan.

Tidak hanya itu, hal yang lebih penting adalah penerapan dan kebiasaan masyarakat dalam menjalani pola hidup bersih dan sehat. Hal yang paling mendasar adalah memberikan pemahaman pada peserta didik khususnya sekolah dasar. Sehingga mereka bisa menjadi pelopor dalam penerapan hidup bersih dan sehat pada lingkungan keluarga.

Relawan PMI Desa Lawen, Kecamatan Pandanarum Adhe Benny Araneta mengatakan, masuknya PMI pada sekolah ini sengaja dilakukan untuk menyasar peserta didik baik tingkat SD dan SMP yang berada di wilayahnya.

“Kita tidak ingin setelah ada PTM ini kasus kembali naik, sehingga harus ada inovasi dan terobosan agar kasus ini tidak kembali muncuil. Para siswa juga diberikan edukasi tentang pengetahuan PHBS dan Cegah Covid-19 melalui games yang menarik,” ujarnya.

Menurutnya, beberapa sekolah yang menjadi sasaran sosalisasi adalah SDN 1, 2, dan 3 Lawen, SMPN 2 dan 3 Satap Pandanarum serta SDN 2 Pingit Lor. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan kegiatan penyemprotan disinfektan yang menggunakan bahan Eco Enzym ramah lingkungan diseluruh sekolah dan beberapa fasilitas umum seperti Pasar Lawen, masjid, musala, dan balai desa.

Sementara itu, Ketua PMI Banjarnegara dr Amalia Desiana mengatakan, diterjunkannya para relawan PMI hingga tingkat desa ini sebagai upaya optimalisasi peran serta PMI dalam mencetak generasi muda yang sehat, cerdas, tangguh, dan berkualitas.

“Dengan pendekatan, tentu hasilnya akan berbeda, kesadaran pentingnya prokes akan meingkat. Ini terbukti saat tim turun, tidak sedikit dari siswa bercerita tentang kebiasaan yang harus dirubah dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, terlebih dimasa pandemi Covid-19 yang saat ini masih terjadi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, siswa diajarkan bagaimana cara mencuci tangan pakai sabun, penerapan 5M, edukasi sekolah ramah anak dan ramah lingkungan, tips aman di sekolah. Tak lupa pula tim membagikan masker serta bingkisan kepada seluruh peserta sebagai bentuk kasih sayang serta penerapan protokol kesehatan.

Berita Terkait

Berita Terkini