SERAYUNEWS – Aksi masa di kawasan Alun-alun Purwokerto menyisakan nuansa haru dan pilu. Pecahan kaca, batu, dan puing-puing serta sampah berserakan di kawasan tersebut.
Pada sudut utara alun-alun, terlihat seorang pria tua dengan wajah lesu. Adalah Idris (63), seorang tukang sol sepatu yang telah puluhan tahun mangkal di bawah pohon beringin sisi timur.
Dia menjadi salah satu korban dari aksi massa, yang terjadi Sabtu (30/08/2025) sore. Selain merusak fasilitas umum dan perkantoran di kawasan Setda Banyumas, massa juga menjarah barang dan alat kerja milik Idris.
“Semua barang saya, alat-alat sol, dan sepatu milik pelanggan dijarah dan dirusak oleh massa demo kemarin,” kata Idris, dengan pandangan kosong mengenang peristiwa Sabtu sore.
Biasanya, Idris dan tiga rekan seprofesinya, menitipkan kotak alat dan barang di area kantor Pemkab, sesuai dia menutup lapaknya. Selama ini tempat penitipan itu aman-aman saja.
Berulang kali terjadi aksi massa di kawasan tersebut, barang miliknya juga aman. Sehingga dia sama sekali tidak ada kecurigaan saat menaruh barang miliknya sore kemarin.
Tetapi kali ini berbeda. Barang miliknya turut jadi sasaran massa. Selain alat kerja miliknya, lebih menyedihkan lagi ada sepatu-sepatu dari costumernya yang turut hilang.
Pandangannya kosong penuh kebingungan, bagaimana menyampaikan dan tanggung jawab kepada pemilik sepatu-sepatu itu.
“Saya bingung sekali kalau nanti ada pelanggan yang datang menanyakan sepatunya. Total ada tiga pasang sepatu pelanggan yang hilang, saya tidak tahu harus bagaimana menggantinya,” ujarnya.
Idris hanya bisa berharap, dia bisa mendapatkan modal lagi dan menjalani mata pencariannya kembali, yang sudah ditekuni selama hampir 40 tahun.
Sementara itu, di kawasan tersebut puluhan anggota TNI, bersama personel satpol dan masyarakat umum, membersihkan sampah dan puing yang berserakan di alun-alun dan kawasan Pendopo Si Panji.
Minggu yang harusnya menjadi hari libur, sejumlah pegawai humas Protokol Pemkab Banyumas juga tampak datang ke kantor. Mereka membersihkan ruang kerjanya yang menjadi sasaran aksi anarkis massa.