SERAYUNEWS – Puluhan remaja yang mayoritas masih berstatus pelajar, diamankan Polresta Banyumas. Mereka terjaring di kawasan alun-alun dan sekitarnya, saat pembubaran aksi massa, Sabtu (30/08/2025) malam.
Diduga mereka terlibat pada aksi massa di Alun-alun Purwokerto. Tak hanya laki-laki, terdapat juga beberapa remaja perempuan.
Minggu (31/08/2025) mereka dikumpulkan di Aula Mapolresta Banyumas. Dihadirkan pihak sekolah serta orang tua masing-masing. Kemudian diberikan pembinaan psikologi dan religi.
Kasat Binmas, AKP Sutrisno, menyampaikan Polresta Banyumas, Kasat Binmas telah melaksanakan pembinaan, bersama UPTD, Diknas, maupun dari dewan guru dan orang tua.
“Hari sabtu sampai minggu pagi sebanyak 40 anak, terdiri dari pendidikan SMP maupun SMK, terdiri dari 38 laki-laki dan 2 perempuan,” katanya, Minggu (31/8/2025) siang.
Sebelum diizinkan pulang ke rumah masing-masing, anak anak diberikan pembinaan psikologi dan religi. Setelah itu, mereka diminta untuk melakukan permohonan maaf kepada masing-masing orang tua.
“Sdah mendatangkan orang tuanya kemudian kita sampaikan pada Dindik, pada orang tua, guru, bahwa kita kembalikan untuk membina bersama agar jangan sampai terpengaruh dengan ajakan-ajakan medsos yang mempengaruhi mereka sehingga mereka tersesat pergaulan dan masa depannya akan terganggu,” katanya.
Setelah dilakukan pendalaman, mayoritas dari mereka hanya ikut-ikutan dan terprovokasi, melalui postingan-postingan di medsos. “Setelah membuat surat pernyataan kemudian dipulangkan,” kata dia.
Pantauan serayunews, sekitar pukul 15.00 WIB, ada puluhan remaja yang berjajar di depan gerbang Mapolresta Banyumas. Diduga mereka akan melakukan aksi, seperti flayer yang telah beredar di WhatsApp grup (WAG).