
SERAYUNEWS – Buku berjudul Broken Strings karya Aurelie Moeremans tengah menjadi sorotan di media sosial.
Memoar ini menarik perhatian publik karena berisi kumpulan tulisan yang jujur, emosional, dan mengungkap pengalaman pribadi sang penulis secara terbuka.
Aurelie Moeremans, yang dikenal sebagai aktris dan figur publik, menuangkan kisah hidupnya dalam buku ini dengan keberanian yang jarang dilakukan.
Ia mengungkap pengalaman traumatis, termasuk kasus child grooming, relasi tidak sehat, serta dinamika manipulasi emosional yang dialaminya sejak usia muda.
Menariknya, Aurelie membagikan buku ini secara gratis agar dapat diakses oleh masyarakat luas sebagai bentuk edukasi dan dukungan bagi para penyintas.
Buku Broken Strings tersedia dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Tautan resmi dibagikan langsung oleh Aurelie Moeremans melalui akun Instagram pribadinya, @aurelie, pada bagian Linktree di profil.
Pembaca dapat mengaksesnya melalui:
Untuk mengunduhnya:
Broken Strings bukan sekadar autobiografi, melainkan refleksi mendalam atas masa kecil dan remaja Aurelie yang diwarnai oleh relasi manipulatif dengan seorang pria dewasa yang ia sebut dengan nama samaran “Bobby”.
Dalam buku tersebut, Aurelie menceritakan bagaimana ia mengalami pengendalian emosional, isolasi sosial, dan tekanan psikologis yang perlahan membentuk hubungan tidak sehat.
Kisah ini juga menyoroti dampak pernikahan di usia muda yang dijalaninya di bawah situasi relasi yang timpang.
Lewat Broken Strings, Aurelie menegaskan bahwa dirinya tidak lagi berada dalam posisi korban, melainkan seorang penyintas yang berhasil mengambil kembali kendali atas hidupnya.
Ia membagikan buku ini secara cuma-cuma sebagai upaya meningkatkan kesadaran publik tentang bahaya child grooming, hubungan toksik, serta pentingnya mengenali tanda-tanda manipulasi sejak dini.
Pesan utama yang ingin disampaikan Aurelie adalah agar generasi muda lebih waspada, berani bersuara, dan tidak merasa sendirian ketika menghadapi pengalaman traumatis serupa.